NGEBUT BARENG III

PHILLIPS ISLAND INTERNATIONAL CIRCUIT – MELBOURNE, AUSTRALIA

MOTOGP 2019 SERIES

Phillips Island Melbourne-Australia 23 -29 October 2019

Kembali mengulang kesuksesan Program Ngebut Bareng, Kenso Indonesia kembali hadir di untuk kali ketiga menggelar program promo “Ngebut Bareng III” pada tahun 2019. Dimana sebelumnya program yang sama diluncurkan selama 2 tahun berturut-turut yaitu di tahun 2017 dan 2018. Tahun 2019 ini periode promo program masih sama dengan tahun 2018 yaitu pembelian dari Januari-Juni namun reward yang diberikan tidak main-main, yaitu Nonton MotoGP di Phillips Island Australia. Negara asal binatang Kanguru dan Koala ini menjadi tujuan wisata untuk Ngebut Bareng III ini, tentu dengan acara puncaknya yaitu melihat langsung para Rider MotoGP berlaga di Phillips Island International Circuit.

Titik keberangkatan kali ini berpusat di Jakarta, pada tanggal 23 Oktober 2019 dengan menggunakan Maskapai kebanggan Republik Indonesia Garuda Airlines. Beberapa Dealers/ Distributor yang berlokasi di luar Jakarta sudah kami terbangkan sehari sebelumnya mengingat keterbatasan penerbangan dari daerah tersebut ataupun jam penerbangan yang ada.

Sesuai dengan jadwal keberangkatan, kami terbang melalui T3 Soekarno-Hatta International Airport dengan rute transit di Denpasar-Bali terlebih dahulu sebelum terbang kembali ke Melbourne.Brighton Beach Boxes Kami tiba di Melbourne jam 7.30 (local time), hangatnya matahari pagi tidak menghilangkan dinginnya angin Kota Melbourne pagi itu. Sambil mengikuti arahan dari Tour Leader kami Mr. Joy, kami bergegas menuju shuttle bus dimana bus kami sudah menunggu untuk mengantar kami keliling hari itu. First stop kami menuju Brighton Beach dimana terdapat Brighton Beach Boxes yang sangat “Instargamable” (kata anak jaman now). Brighton Beach Boxes adalah rumah-rumah kayu kecil berwarna warni yang sering digunakan warga lokal untuk menyimpan perahu kecil ataupun peralatan untuk beraktifitas di Pantai Brighton. Konon kabarnya, walau kecil harga satu rumah kayu tersebut bisa mencapai puluhan Milyar Rupiah loh….WooW bukan??. Memang daerah Brighton Beach merupakan salah satu kawasan elit di Kota Melbourne. Setelah puas berswafoto dan mengabadikan moment dilokasi tersebut, kami pun melanjutkan perjalanan kembali ke tengah kota untuk mengunjungi beberapa spot ikonik di kota Melbourne seperti Parliament House, St. Patrick Cathedral, Fitzroy Garden, Captain Cook Cottage dan Conservatory dan Shrine of Remembrance sebelum check in di Hotel Oaks on Collins yang terletak di pusat kota Melbourne

Di hari kedua kami di Benua Australia ini, tujuan wisata berpindah kota, tepatnya di Kota Balllarat, kurang lebih sekitar 2 jam perjalanan dari Melbourne, Ballarat merupakan pusat pertambangan emas saat demam emas melanda dunia pada tahun 1851 -1855, dan kali ini kami akan mengunjungi salah satu pertambangan emas bernama Sorvereign Hill Goldmining Township. Dengan mempertahankan nuansa original seperti tahun 1800an, tempat wisata pertambangan ini menyajikan nuansa Koboi pada era nya, toko-toko souvenir pun tidak ketinggalan dengan menjual cinderamata bernuansa tahun old, seperti lentera, tapak kuda, ataupun alat memasak yang di gunakan pada jaman tersebut. Kami pun bersantap siang di salah satu restaurant dengan nuansa western cowboy sebelum melanjutkan ke atraksi utama yaitu masuk kedalam tambang emas dengan kedalaman 18 meter. Untuk masuk kedalam tambang kami menggunakan trem yang di design khusus untuk memudahkan kami masuk ke dalam tambang emas tersebut. Perjalanan masuk kedalam tanah dengan menggunakan trem tersebut tidak memakan waktu yang lama namun selama perjalanan cukup mencekam karena tidak ada nya sumber cahaya satu pun dan kami pun dilarang menggunakan senter atau lampu handphone hingga nanti tiba di pintu tambang. Akhirnya kami pun tiba di pintu tambang, secara otomatis lampu-lampu penerangan menyala dan menerangi rombongan untuk masuk kedalam tambang. Suhu udara sangat dingin ditambang tersebut, dengan di pimpin oleh tour guide tambang tersebut, kami pun mulai berjalan memasuki lorong-lorong tambang tersebut. Setiap tiba di ruang-ruang khusus, Tour Guide menjelaskan fungsi dan sejarah yang terjadi pada waktu itu, seperti ruang istirahat bagi para penambang, lift emergency dan dinding emas, sebelum mengakhiri perjalanan, kami diajak masuk ke ruang theater yang di design secara khusus untuk memudahkan para wisatawan untuk menangkap makna dan visualisasi dari film dokumenter yang akan disajikan, dengan menggunakan bahasa Indonesia dan berbagai efek teknologi sebuah film dokumenter dimulai, film menjelaskan sejarah awal tambang emas ini terbuat. Setelah pertunjukan film tersebut selesai, dengan mengikuti petunjuk jalan dari Tour Guide, kami kembali melintasi lorong-lorong tambang emas untuk kembali ke trem yang akan membawa kami kembali ke permukaan tanah. Sungguh sebuah pengalaman baru bagi para peserta untuk mengetahui tentang bagaimana para penambang bekerja keras dan hidup di dalam tanah.

Sesuai tradisi Kenso Indonesia, setiap tahun kami menyerahkan Plakat atas apresiasi Kenso Indonesia kepada patner bisnis nya. Tepat setelah makan malam acara penyerahan plakat di buka oleh Bpk. Rangga M.A (Ast. Mgr Logs &Ops), dengan dipanggil nya satu persatu Dealer/Distibutor plakat di serahkan oleh Bpk. Zulfadhli (Sales and Marketing Mgr.) sebagai perwakilan dari Top Management yang ikut kali ini Mr. Mahmmod Youp (Business Director).Setelah penyerahan plakat, Dealer/ Distributor diberikan waktu dan tempat untuk memberi sambutan atas kritik dan saran untuk memajukan Bisnis kita bersama. Malam pun sudah cukup larut akhirnya kami pun kembali ke hotel untuk beristirahat untuk kegiatan esok hari.

Tujuan hari ketiga di Negeri Kanguru ini berbeda dengan hari sebelumnya, dimana di hari sebelumnya kami berwisata di area pertambangan kali ini tema wisata nya adalah wisata alam (nature). Kami berangkat dari Kota Melbourne menuju Phillips Island jam 10.30 pagi, dengan tujuan pertama adalah Churcill Island. Pulau Churchill adalah pulau seluas 50,7 hektar di Western Port, Victoria, Australia. Pulau ini terhubung oleh jembatan dari dan ke Pulau Phillip dan pulau ini adalah situs taman Eropa pertama di Victoria. Terdapat beberapa aktrasi yang disajikan dipulau ini seperti Anjing pengembala domba, mencukur bulu domba dan lain lain. Pemandangannya pun cukup indah dengan hamparan hijau padang rumput yang luas disambut garis pantai Australia yang megah sehingga memanjakan kami untuk berswafoto selalu. Setelah bersantap siang kami pun melanjutkan perjalanan, kali ini kami akan melihat langsung salah satu hewan khas Benua Australia yaitu Koala. Binatang ini memang cukup menggemaskan tapi jangan salah loh, mereka tidak mudah untuk di jinakkan. Setibanya kami di Koala Conservation Center sudah terlihat pohon-pohon ekaliptus yang merupakan makanan utama dari Koala. Setelah memasuki lobby yang syarat dengan pernak pernik souvenir ala Koala di jajakan, kami masuk ke dalam hutan ekaliptus untuk menuju penangkaran Koala koala tersebut, beruntung kami ada beberapa ekor Koala yg sedang aktif mencari makan dari pohon satu ke yg lainnya, karena menurut salah satu ranger di lokasi tersebut, Koala hanya aktif sekitar 4 Jam sehari, sisanya atau sekitar 20 jam mereka akan tidur.

Kamipun melanjutkan perjalanan ke lokasi wisata nature yg terakhir di hari ini yaitu Penguin Parade. Taman wisata ini adalah salah satu Conservation untuk Penguin dimana kami bisa melihat para Penguin kembali ke sarangnya dari lautan luas setelah seharian penuh mencari makanan untuk anak-anaknya. Parade baru bisa dilihat pada saat matahari terbenam, karena waktu tersebut lah Penguin penguin kembali ke daratan. Cuaca pada saat itu kurang mendukung karena kecepatan angin yg cukup kencang di sertai hujan beberapa kali, namun hal tersebut tidak menyurutkan antusiasisme kami untuk melihat pemandangan yang tidak kami temukan di Indonesia. Sesuai peraturan yang ada, kami tidak boleh bersuara lantang ataupun mengambil gambar pada saat proses kembali nya para Penguin karena di khawatirkan akan membuat para Penguin takut dan tidak mau kembali ke sarangnya, tetapi memori melihat secara langsung para penguin merupakan moment yang tidak terlupakan bagi kami. Malam pun tiba kami harus segera kembali ke Hotel untuk beristirahat, kebetulan malam ini kami menginap di Kota Dandenong yang tidak terlalu jauh dari Phillips Island, mengingat besok acara puncak Ngebut Bareng III nonton MotoGP berlokasi juga di Phillips Island.

Tiba lah di hari puncak Ngebut Bareng III yaitu nonton MotoGP Phillips – Australia di Phillips Island International CIrcuit. Dari pagi sudah terlihat antusias para peserta tour kali ini, dengan menggunakan apparel rider favoritnya masing-masing seperti VR46 (Valentino Rossi) ataupun 93 (Marc Marquez) kami bercengkrama sambil menyantap sarapan pagi yang telah di sediakan oleh pihak Atura Hotel Dandenong. Sebenarnya jarak dari Dandenong ke Phillips Island tidaklah terlalu jauh, namun karena hari ini semua mata tertuju pada Phillips Island, kemacetan pun tidak terhindarkan, kami tiba di pintu Circuit sekitar pukul 10.30, setelah Bus terparkir dengan baik, kami pun langsung menuju gerbang utama sirkuit untuk menuju pusat Exhibition dimana para sponsor resmi mengelar lapaknya disana. Berbekal tiket “Bass Straight” yang telah di sediakan Kenso, dari lokasi Exhibition kami menggunakan Shuttle Bus untuk menuju tribun tersebut. Tribun Bass Staright merupakan salah satu tribun favorit di Phillips Island International Circuit, selain posisi yang cukup baik untuk melihat track balap, Bass Staright pun berlokasi tepat di tepi laut sehingga pemandangan nya pun cukup indah untuk di nikmati. Balapan pun dimulai, posisi pertama dalam beberapa track awal di dominasi oleh Valentino Rossi namun pembalap veteran yang mempunyai record 89 podium sebagai juara 1 pada semua kelas di MotoGP harus mengakui kegigihan para pembalap mudan seperti Maverick V dan Marc Marquez. Balap pun berlangsung sengit sampai puncak nya di lap terakhir pada perebutan posisi pertama antara Maverick dan Marquez, Maverick crash saat mencoba mengambil alih posisi pertama. Akhirnya balapan di menangkan Marc Marquez di posisi pertama, Cal Cruthlow di posisi kedua, dan Jack Miller pada posisi ketiga. Dengan kemenangan tersebut Marc Marquez membukukan point tertinggi selama karir nya. Usai balap kami pun mulai berjalan kembali keluar area sirkuit namun hujan mulai menguyur di area tersebut, akhirnya kami pun diperbolehkan melewati lintasan balap agar lebih dekat. Namun hal ini tidak di sia-siakan oleh banyak penonton, sambil berjalan mereka mengabadikan moment tersebut dengan ber swafoto.

Petualangan kami di Australia belum berakhir, setelah menonton para Rider MotoGP berlaga di track pada hari sebelumnya, hari ini kami akan kembali berwisata alam di kisaran Yarra Valley, dimulai dengan naik kereta api uap “Puffing Billy” dari Stasiun Belgrave menuju stasiun Menzies Creek, melewati hutan di daerah bukit Yarra dengan sejuta pesona alam yang disajikan menjadikan perjalanan mempunyai sensasi tersendiri. Perjalananan dilanjutkan bersantap siang di salah satu restaurant penghasil Wine, disana beberapa tamu dapat melakukan wine tasting serta mendapatkan edukasi bagaimana cara memilih dan menyimpan wine yang baik dan benar. Yang unik kali ini ternyata ada salah satu karyawan Kenso Indonesia yang sedang berulang tahun, Tour Leader kami sudah menyiapkan Kue Ulang Tahun untuk Pak Surung Siallagan (Area Manager Kepri – Padang) untuk dijadikan kejutan sesaat setelah kami bersantap siang… “Happy Birtday Pak Surung, Wish you all the best”….., menurut pengakuan Pak Surung, ini kali ketiga nya dia berulang tahun tidak bersama keluarga, karena 3 tahun berturut-turut area market yang menjadi teritory nya selalu achive target sehingga membuat Pak Surung selalu ikut dalam kegiatan “Ngebut Bareng” tiga tahun berturut-turut. Kami pun lanjut menuju perkebunan buah-buahan masih di kisaran daerah Yarra Valley untuk melihat dan mencicipi buah-buahan segar yang kami petik langsung dari pohon. Puas mencicipi buah-buahan segar kami pun harus melanjutkan perjalan menuju Melbourne dan ke Oaks on Collins Hotel kembali untuk beristirahat di malam terakhir kami di Australia.

Pagi pun tiba dan sesuai jadwal flight yang telah ditentukan, pesawat akan berangkat jam 14.30 (Waktu lokal). Maksapai Garuda Airlines tetap menjadi pilihan utama bagi kami, namun tidak seperti waktu berangkat sebelumnya dimana kami harus transit dibali, kali ini kami akan terbang direct dari Melbourne ke Jakarta. Melihat jam keberangkatan masih lama, beberapa peserta memanfaatkannya untuk berkemas dan ada juga yang menyempatkan diri ke Queen Victoria Market untuk berbelanja oleh-oleh. Tak terasa waktu kebersamaan kami di Australia akan usai, namun kami yakin kebersamaan ini tidak bisa dibatasi oleh waktu dan tempat.

Kami atas nama seluruh Karyawan dan Jajaran Direksi Kenso Indonesia mengucapkan banyak terima kasih kepada seluruh Bisnis Partner kami yang telah mensukseskan program Ngebut Bareng dari Ngebut Bareng 1 hingga Ngebut Bareng 3 ini, semoga kedepannya para Bisnis Partner dan Kenso Indonesia akan selalu “TUMBUH BERSAMA”

 

 

Ngebut Bareng 4?

Kita tunggu tanggal mainnya, Sampai Jumpa…..