DEALER APPRECIATION TRIP 2018, KENSO GOES TO JAPAN

“Arigatou Gozaimasu”

Sebagai bentuk apresiasi Kenso Indonesia kepada seluruh dealer/distribustor yang sudah men-support Kenso Indonesia di tahun 2017, Kenso Indonesia mengajak para dealer/distributor yang terpilih ke JEPANG pada bulan april 2018 lalu, tepatnya 23-29 April 2018. Bulan april-mei menjadi pilihan utama para wisatawan yang hendak berwisata ke Negara yang disebut juga sebagai Negeri Matahari Terbit itu karena sudah mulai masuknya musim semi. Cuaca dan suhu cukup bersahabat untuk beraktifitas diluar rumah dan ditambah indahnya bunga-bunga bermekaran terutama BUNGA SAKURA yang menjadi daya tarik tersendiri bagi para wisatawan.

April-Mei merupakan high season bagi Jepang, dimana bulan inilah para pelancong dari manca negara masuk ke negara mereka. Kenso Indonesia berkesempatan bisa berkunjung bersama dengan para Dealer/Distributornya untuk mengekplorasi keindahan jepang dalam Shibazakura Festival.

Seluruh persiapan telah dilakukan, Kenso Indonesia bekerja sama dengan Bayu Buana Travel Service menyusun details jadwal, tranportasi dan akomodasi selama di jepang, total perjalanan ini memakan waktu 7 hari 6 malam. Perjalanan dimulai dengan diterbangkannya para undangan dari daerah nya masing-masing menuju Jakarta dimana sehari sebelum para peserta akan diberangkatkan ke Jepang pada tanggal 23 Oktober 2018. Dengan menggunakan ANA AIR, para peserta diterbangkan dari Jakarta menuju Tokyo melalui bandara Haneda. Setibanya di Haneda International Airport kami disambut oleh lokal tour guide kami Ms.Onoda. Ms. Onoda walaupun asli orang Jepang tapi sangat fasih berbahasa Indonesia sehingga memudahkan kami untuk berkomunikasi. Dari bandara ke kota Tokyo sekitar satu jam perjalanan darat menggunakan Bus, udara dingin masih terasa sangat bagi para peserta, karena kita tahu di Indonesia udara cukup hangat dan sangat berbeda dengan Jepang. Shinagawa Prince Hotel Tokyo menjadi tempat beristirahat pertama kami di Jepang, lokasi nya cukup nyaman, dekat dengan stasiun besar Shinagawa.

Kami tiba di hotel cukup sore, setelah pembagian kamar kami bergegas masuk kamar untuk sekedar melepas lelah dan menyegarkan badan dengan mandi air hangat mengingat waktu makan malam sudah dekat. Malam itu para peserta di ajak makan di restoran lokal khas jepang. Dari kami masuk, kami sudah di sambut dengan meriah oleh seluruh pelayan dan koki restoran itu, seperti yang kita ketahui adat dan budaya serta prilaku orang jepang memang terbilang cukup unik dan ramah, biasanya mereka akan membungkukkan badan nya walau hanya sekedar menyapa ataupun berpisah, hal tersebut yang membuat kami merasa disambut baik oleh mereka disana. Makanan pun tak lama dihidangkan, bahan baku ikan menjadi sajian utama malam itu. Sambil menikmati hidangan khas jepang para peserta pun terlihat bersenda gurau satu sama lain dan menghangatkan tali silahturahmi yang sudah terjalin selama ini. Tak terasa waktu kian malam, di balut udara dingin malam itu para peserta kembali ke hotel berjalan kaki sambil menikmati indahnya kota Tokyo dimalam hari.

DI hari kedua di Tokyo, para peserta di ajak mengunjungi beberapa taman buatan disekitaran Tokyo. Pertama para peserta menuju HITACHI SEASIDE PARK di daerah Ibaraki dimana taman ini memiliki puluhan jenis tanaman bunga dan terutama bunga TULIP. Taman tersebut cukup luas dan megah, para peserta menyempatkan berfoto bersama bahkan ber-selfie ria sambil menikmati keindahan bunga-bunga yang bermekaran. Taman ini dibagi beberapa area menurut jenis bunga yang ditanam. Sebagai tujuan kedua, para peserta dibawa menuju taman ASHIKAGA FLOWER PARK. Disini bunga yang terkenal adalah bunga WISTERIA. Bunga Wisteria adalah genus tanaman berbunga di keluarga kacang-kacangan, Fabaceae, yang mencakup sepuluh spesies kayu panjat yang berasal dari Cina, Korea, dan Jepang. Terdapat berbagai warna yang disajikan ditaman tersebut dari ungu hingga putih. Ditaman ini juga tersedia bunga khas Negara Matahari terbit yaitu SAKURA, namun memang taman ini tidak sebesar taman Hitachi Seaside namun tidak mengurangi minat para peserta untuk ber swafoto ataupun berfoto bersama yang tercinta. Setelah menikmati keindahan bunga di kedua taman tersebut, para peserta kembali ke Tokyo untuk bermalam dihotel.

Setelah para peserta menyantap sarapan pagi yang telah disediakan pihak hotel, para peserta langsung check out karena dihari ketiga ini para peserta akan pindah kota menuju Kawaguchi. Namun sebelumnya para peserta di bawa ke salah satu pusat pembelanjaan Factory Outlet terbesar di Jepang ” GOTEMBA”. Disinilah para peserta yang menyukai produk-produk branded dan terjakau dimanja, dari produk fashion hingga ke mainan anak-anak dapat di jumpai disini. Perjalanan pun dilanjutkan menuju kota kecil bernama Kawaguchi, Kawaguchi adalah salah satu kota kecil di kisaran salah satu objek wisata ternama “Fujiyama Mountain” atau kita lebih mengenalnya Gunung Fuji dengan salju abadi di puncak gunung tersebut. Hotel bernuansa Tatami di pinggir danau Kawaguchi dan mempunyai pemandangan yang indah berlatar belakang Gunung Fuji sudah siap menanti kedatangan para peserta di kota Kawaguchi, dan juga di hotel tersebut terdapat fasilitas pemandian Onsen. Pemandian onsen merupakan kebudayaan mandi orang jepang yang sangat berbeda dengan budaya orang, dimana biasanya orang-orang mandi bersama dalam satu kolam hangat tanpa busana sedikit pun, eehh… jangan mikir yang aneh-aneh dulu, untuk jenis kelamin dibedakan kok ruang dan kolamnya pasti. Malam hari para peserta terlihat juga menggunakan busana khas jepang “Yukata” saat makan malam bersama, hal ini semakin menguatkan suasana Jepang yang traditional.

Pagi pun tiba, para peserta terlihat sangat antusias dengan agenda hari ini yaitu FUJIYAMA Mountain. Setelah sarapan dan check out sambil diwarnai senda gurau antar peserta, kami melanjutkan perjalan pertama kami hari ini ke Gunung Fuji. Atas berkat rahmat yang Maha Kuasa, hari ini cuaca cukup cerah dan bersahabat hingga perjalanan bus bisa naik sampai titik pandang teratas dan menikmati keindahan Gunung Fuji secara menyeluruh. Setibanya di di Gunung Fuji, para peserta langsung berswafoto untuk mengabadikan moment yang mungkin bisa di bilang cukup istimewa bisa sampai di salah satu Gunung terindah di dunia. Di lokasi ini terlihat banyak toko-toko souvenir ataupun makanan-makanan kecil untuk turis-turis yang datang, terlihat juga spot-spot salju tersisa dari musim dingin sebelumnya.

Setelah puas menikmati udara dingin dan pemandangan indah di Gunung Fuji, perjalanan dilanjutkan menuju desa wisata OSHINO HAKAI VILLAGE, desa yang dijaga keasliannya dengan rumah-rumah tradisional dan tradisi kehidupannya sangat indah di nikmati, terlihat juga beberapa pohon bunga sakura menambah ciri khas desa tradisional Jepang dimasa lampau. Didesa ini pun dijual souvenir-souvenir dan makanan khas Desa tersebut untuk para turis dan wisatawan. Perjalanan pun dilanjutkan ke SHIBAZAKURA Festival. Festival ini biasanya dibuat musiman, jadi kami beruntung bisa mengunjungi Festival ini. Shibazakura itu sendiri adalah sejenis tanaman semak berbunga yang berwarna merah muda pekat. Bunga ini sebenarnya bernama “Hanatsume Kusa” atau bahasa latinnya Phlox subulata, tetapi karena bunga ini memiliki 5 kelopak bunga dan warna merah muda sehingga akhirnya lebih dikenal dengan nama Shibazakura atau jika diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia adalah “Sakura Rumput”. Dengan berlatar belakang Gunung Fuji yang megah, Shibazakura kadang disebut juga “karpet”nya Gunung Fuji. Di festival ini kita bisa melihat beragam bunga Shibazakura mulai dari yang berwarna merah muda, putih dan ungu yang ditanam dengan jumlah lebih dari 800.000. Selain shibazakura, kita juga dapat menikmati bunga dengan jenis lainnya seperti bunga Muscari, bunga Ane Mone, bunga Forsythia dan masih banyak lagi.

Puas hari ini para peserta di bawa menikmati keindahan alam Jepang dari Gunung Fuji yang menjadi kebanggaan masyarakat jepang hingga ke “Sakura Rumput” yang terhampar luas dengan warna-warni yang indah, akhirnya para peserta menuju kota Takayama untuk bermalam. Pada saat makan malam, Kenso Indonesia juga berkesempatan memberikan plakat kepada seluruh bisnis patner yang ikut tour kali ini. Plakat di bagi menjadi 3 kategori yaitu Silver, Gold dan Platinum. Kategori dibagi berdasarkan prestasi atas kontribusi para bisnis patner ke PT. Kenso Indonesia pada tahun 2017 . Tercatat ada 3 bisnis patner yang meraih Platinum Award untuk tahun 2017, yaitu PT. Segoro Internasional, PT. Perdana Agro Mandiri dan CV. Anugrah Tani.

Keesokan hari ini para peserta dijadwalkan melakukan aktifitas ALPINE ROUTE. Setelah puas mata dimanjakan oleh keindahan bunga-bunga musim semi yang mekar di Jepang, kali ini para peserta akan merasakan pengalaman mendaki gunung bagaikan di Pegunungan Alpine. Tenang saja para peserta tidak harus berjalan kaki untuk menikmati wisata pegunungan di Jepang ini. Pemerintah Jepang sudah cukup apik men-design segala bentuk tranportasi penunjang tanpa menghilangkan sensasi pegunungan es ini. Ada 2 titik rangkaian keberangkatan untuk wisata Alpine Route ini, yaitu Ogizawa di perfektur Nagano atau Tateyama di perfektur Toyama. Para peserta memulai perjalanan melalui titik Toyama dengan bertujuan untuk exitnya berada di Nagano yang akan menjadi tuan rumah untuk bermalam nanti. Perjalanan di mulai dari Tateyama Station menuju Bijodaira Bus Station dengan menggunakan cable car yang bentuk nya cukup unik, tp setelah perjalan dimulai bentuk unik cable car ini ternyata memang di design sedemikian rupa untuk dapat melewati medan yang cukup terjal. Perjalanan memakan waktu 7 Menit lalu disambung oleh Bus menuju Murodo sekitar 45-50 menit. Murodo merupakan puncak tertinggi untuk wisata Apine Route, dan disini lah Snow Wall setinggi 10-20 meter berada, selain itu hamparan salju dipuncak gunung ini pun sangat indah. Untunglah saat itu angin tidak terlalu kuat, sehingga efek dingin tidak terlalu menggangu para peserta. Setelah puas berfoto dihamparan salju dan Snow Wall para peserta makan siang di Murodo Station. Setelah kenyang dan cukup hangat, para peserta melanjutkan perjalanan dengan menggunakan Tateyama Tunnel Trolley Bus, Bus ini berada dalam terowongan didalam Gunung Tateyama sehingga memberikan sensasi yang cukup mengasikan bagi para peserta. Perjalanan hanya 10 menit, tibalah para peserta di Daikanbou untuk menaiki Tateyama Ropeway, sama seperti kereta gantung di TMII tetapi bedanya dengan bentangan kabel sepanjang 1.7 KM, tidak adanya tiang penyangga di antaranya, Wow… cukup menegangkan juga bagi beberapa peserta saat mulai naik Ropeway ini. Perjalanan 7 menit yang menegangkan sekaligus mengangumkan karena dari Ropeway ini, pemandangan luas pegunungan Tateyama terlihat jelas. Tibalah di Kurobedaira, disini para peserta melanjutkan perjalanan menggunakan cable car kembali menuju Kurobe Dam. Kurobe Dam merupakan bendungan besar yang sengaja di bangun untuk menahan curahan air bila saat musim panas datang dan melelehkan sebagian salju di pegunungan ini. Pemandangannya pun sangat menarik sehingga membuat para peserta tidak henti-hentinya mengabadikan momen tersebut. Setelah lelah berjalan kaki menyusuri bendungan besar, para peserta melanjutkan perjalanan menggunakan trolley bus menuju parkiran bus para peserta. Antara lelah campur perasaan bahagia dan puas jelas terpancar dari raut wajah para peserta diakhir wisata ini. Para peserta pun bermalam di Nagano untuk malam ini sebelum melanjutkan perjalanan kembali ke Tokyo.

Perjalanan belum selesai, keesok hari nya para peserta melanjutkan perjalanan kembali Tokyo dan langsung menuju kawasan Shibuya yang terkenal dengan Shibuya Crossing dan patung si anjing setia Hachiko. Malam itu para peserta menginap di KEIO Hotel Shinjuku area. Shinjuku area merupakan destinasi wisata malam hari di Tokyo. Di iringi gemerlap lampu dan layar – layar besar LCD disepanjang jalan, area ini kerap penuh sesak oleh wisatawan-wisatawan asing. Tak terasa malam pun kian larut para peserta lalu kembali ke hotel untuk beristirahat dan mengemas barang bawaannya dan oleh-oleh yang sudah dibeli selama di Jepang karena besok direncanakan para peserta akan kembali ke Indonesia. Dikarenakan jadwal pesawat kembali ke Indonesia terbang dimalam hari, setelah sarapan para peserta masih berkesempatan mengujungi beberapa lokasi di Tokyo seperti ASAKUSA KANON TEMPLE , ROYAL PALACE, Photo Stop dengan latar belakang TOKYO SKY TREE TOWER, dan setelah makan siang para shopper dibawa ke GINZA street dimana di daerah ini terdapat toko-toko branded dari seluruh dunia dari fashion wear hingga perhiasan ternama. Puas shopping, saat nya peserta makan malam dan melanjutkan perjalanan menuju bandara Haneda untuk kembali ke Indonesia.

Tak terasa sudah hampir 8 hari para peserta bersama-sama, kebahagian dalam kebersamaan ini tidak seberapa dibanding kerjasama yang baik antara Bisnis Patner yang diundang kali ini dengan Kenso Indonesia selama ini. Semoga kehangatan ini tetap berjalan dan kami “TUMBUH BERSAMA” seperti moto Kenso Indonesia saat ini.

Sampai Jumpa